WASPADA !!! Demam Berdarah Dengue (DBD)

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Demam Berdarah dengue merupakan penyakit yang senantiasa ada sepanjang tahun di Indonesia termasuk wilayah Berau. Sehingga disebut penyakit endemis. Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi persebaran penyakit demam berdarah.

Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, dan memperoleh energi dari nektar bunga ataupun tumbuhan. Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Si nyamuk ini sendiri punya yang namanya feeding time, baik pagi atau sore. Paginya jam 8-11. Dan sorenya jam 3-6 sore. Jadi sesungguhnya kalau malam-malam di gigit nyamuk udah pasti bukan nyamuk demam berdarah.

Nyamuk Aedes yang menyenangi tempat teduh, terlindung matahari, dan berbau manusia, oleh karena itu balita yang masih membutuhkan tidur pagi dan siang hari seringkali menjadi sasaran gigitan nyamuk. Sarang nyamuk selain di dalam rumah, juga banyak dijumpai di sekolah, apalagi bila keadaan kelas gelap dan lembab. Sasaran berikutnya adalah anak sekolah yang pada pagi dan siang hari berada di sekolah. karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

Nyamuk A. aegypti meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari, namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Telurnya tahan kekeringan dan dapat bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Periode masa inkubasi virus ini kurang lebih 4-10 hari semenjak di gigit. Dan ada 3 kemungkinan penyakit yang mungkin muncul setelah digigit nyamuk ini (tergantung respon tiap-tiap orang): 
• Demam tidak jelas yang sembuh sendiri (undifferentiated fever) 
• Demam Dengue 
• Demam Berdarah Dengue 

Nah dari 3 penyakit ini yang perlu ditakuti dan di waspadai adalah si Demam Berdarah Dengue. Ada 4 derajat DBD. Yang terberat adalah di derajat ke 3 dan 4 karena sampai menyebabkan shock pada manusia. Dan kemungkinan terjadi kematian di DBD derajat 4. Ngeri ya..

Gejalanya DBD sendiri ada 3 fase yang perlu kita pelajari dan pahami: 

• Fase Demam: 2-7 hari. Pada dasarnya tidak ada obat untuk memperpendek demam ini. Kita bisa menunggu. Gejala yang perlu diperhatikan adalah ketika demam ini, badan disertai gejala pegal-pegal, mual, muntah dan sakit perut. Pada fase ini bisa dilakukan pemeriksaan uji torniket. Kalau ada bintik-bintik bisa menjadi DBD. Dan setelah itu dilanjutkan pemeriksaan darah. 
• Fase Turun Demam/Kritis: 3-7 hari. Biasanya kalau demam turun kita kan biasanya senang. Cuman pada kasus DBD pada fase turun demam kita harus hati-hati. Karena pada fase ini bisa terjadi kebocoran pembuluh darah. Pendarahan yang terjadi pun beda-beda dan bisa macam-macam. Salah satu kunci bahwa kita harus waspada kalau anak kena DBD adalah ketika demam turun, anak bukannya ceria tapi malah lesu dan tidak semangat. Ini harus diperhatikan dan action yang kita lakukan harus lebih agresif. 
• Fase Penyembuhan, pada fase ini nafsu makan sudah meningkat, dan sakit perut pun menghilang. Namun mungkin akan ada merah-merah yang bikin gatal.

Demam Berdarah dengue bisa ringan atau berat. “Bila daya tahan tubuh baik dan virus tidak ganas. maka derajat penyakit tidak berat. Sebaliknya apabila daya tahan tubuh rendah seperti pada anak-anak, penyakit infeksi dengue ini dapat menjadi berat bahkan dapat mematikan,”

Kalau anak sudah bisa komunikasi dengan kita lebih enak , jadi bisa mengerti keluhannya. Nah kalau masih bayi bgaimana? kalau bayi pasti rewel, gak mau minum bahkan menyusui langsung gak mau. Biasanya muntah-muntah juga. Dan buang air kecilnya jarang. Kalau menurut standard WHO jika anak sudah lebih dari 6 jam tidak pipis harus diwaspadai kalau anak sudah terkena dehidrasi. Hal ini harus segera ditindaklanjuti.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus mempunyai keunikan yaitu datang mendadak, penyakit akan berjalan terus walaupun diobati, dan akhirnya akan sembuh dengan sendirinya tergantung dari ketahanan tubuh orang yang terkena. Jadi, apa gunanya diobati? Sebenarnya yang diobati adalah gejala yang timbul sebagai ‘akibat ulah’ virus yang berakhir timbul gejala demam, syok, maupun perdarahan. Oleha karena sampai sekarang belum ada obat yang dapat membunuh virus dengue, maka harapan lainnya adalah dibuatnya vaksin dengue. Virus ini sampai saat ini masih dalam taraf penelitian dan belum beredar.

Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor. 
Program yang sering dikampanyekan di Indonesia adalah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. 
• Menguras bak mandi, untuk memastikan tidak adanya larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi. 
• Menutup tempat penampungan air sehingga tidak ada nyamuk yang memiliki akses ke tempat itu untuk bertelur. 
• Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur.

upaya pencegahan dan penyemprotan pada rumah-rumah warga yang terserang. “Selain melakukan penyemprotan kami juga memberi penyuluhan abate yang berfungsi mematikan jentik nyamuk dengan cara bubuk abate di gunakan sesuai takaran yang ada,”.

Pedoman Penggunaan Bubuk Abate (Abatisasi), satu sendok makan peres (10 gram) untuk 100 liter air, dinding jangan disikat setelah ditaburi bubuk abate, bubuk akan menempel di dinding bak/ tempayan/ kolam, bubuk abate tetap efektif sampai 3 bulan.

dediarpandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *